PENGARUH PENYALURAN KREDIT USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DAN PENDAPATAN OPERASIONAL TERHADAP LABA OPERASIONAL

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyaluran kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pendapatan operasional terhadap laba operasional pada PT. Bank Jabar Banten, Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Dari hasil penelitian diperoleh penyaluran kredit UMKM berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pendapatan operasional. Pengaruh penyaluran kredit UMKM terhadap laba operasional secara parsial berpengaruh positif tidak signifikan terhadap laba operasional. Pengaruh pendapatan operasional terhadap laba operasional secara berpengaruh signifikan terhadap laba operasional. Pengaruh penyaluran kredit UMKM dan pendapatan operasional terhadap laba operasional secara simultan berpengaruh signifikan terhadap laba operasional.

Artikel Lengkap

PENGARUH PEMBERIAN KREDIT TERHADAP LOAN TO DEPOSIT RATIO DAN DAMPAKNYA PADA PENDAPATAN BUNGA BANK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pemberian kredit terhadap loan to deposit ratio di PT BPR Siliwangi Tasikmalaya; (2) pengaruh pemberian kredit dan loan to deposit ratio secara parsial terhadap pendapatan bunga bank di PT BPR Siliwangi Tasikmalaya; (3) pengaruh pemberian kredit dan loan to deposit ratio secara simultan terhadap pendapatan bunga bank di PT BPR Siliwangi Tasikmalaya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. Alat analisis yang digunakan adalah Path Analysis. Pengujian hipotesis secara parsial menggunakan uji t dan secara simultan menggunakan uji F dengan tingkat signifikansi yang digunakan adalah 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemberian kredit berpengaruh tidak signifikan terhadap loan to deposit ratio; (2) pemberian kredit secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan bunga bank; (3) loan to deposit ratio secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan bunga bank; dan (4) pemberian kredit dan loan to deposit ratio secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan bunga.

artikel lengkap

Fungsi Standar Audit Dlm Mendukung Pekerjaan Akuntan Publik

Akuntan Publik merupakan profesi yang beraktivitas utama dalam pekerjaan audit eksternal. Audit harus dilakukan secara profesional oleh orang yang independen dan kompeten. Persyaratan auditor, pekerjaan sampai laporannya diatur oleh standar audit. Standar audit tidak akan terlepas dari etika, apalagi profesi akuntan publik adalah profesi yang memerlukan tingkat kepercayaan yang tinggi dari publik. Standar audit ini berfungsi sebagai pijakan akuntan publik dalam merencanakan, melakukan aktivitas dan melaporkan hasil pekerjaannya. Sehingga dengan dipakainya standar audit, hal yang dilarang dapat dihindari oleh akuntan publik, sedangkan hal yang diwajibkan dapat dilaksanakan dengan baik.

Kata Kunci: Standar audit , akuntan publik.

Baca lebih lanjut

PENGARUH COMMUNITY DEVELOPMENT TERHADAP CORPORATE IMAGE

Akuntansi pertanggungjawaban sosial merupakanperluasan  pertanggungjawaban organisasi perusahaan)    di luar batas-batas akuntansi keuangan tradisional, yaitu menyediakan laporan    keuangan      tidak hanya kepada pemilik modal khususnya pemegang saham. Perluasan ini didasarkan pada anggapan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab yang lebih luas dan tidak sekedar mencari uang untuk para pemegang saham tetapi juga bertanggung jawab kepada seluruh stakeholders. Tujuan perusahaan tidak semata-mata hanya maksimalisasi laba untuk shareholders, tetapi perusahaan juga harus bertanggungjawab terhadap lingkungan di mana perusahaan itu berada. Tanggung jawab sosial dapat dalam bentuk yang bersifat kemanusiaan atau pengembangan komunitas (Community Development).

Artikel Lengkap

PERANAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN APBD

I. Pendahuluan

Dalam proses pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahdiatur mengenai pelaksanaan pemungutan, penerimaan-penerimaan daerah, serta pelaksanaan penyaluran pengeluaran daerah yang biasa disebut pengurusan APBD. Pelaksanaan APBD menganut sistem pengurusan yang dapat dibedakan atas dua bentuk pengurusan sebagai berikut:

1. Pengurusan Administrasi yaitu wewenang untuk mengadakan tindakan-tindakan dalam rangka penyelenggaraan rumah tangga daerah yang membawa akibat pengeluaran-pengeluaran yang membebani anggaran daerah.

2. Pengurusan Kebendaharawan, yaitu wewenang untuk menerima, menyimpan, membayar atau mengeluarkan uang dan barang serta berkewajiban mempertanggungjawabkan kepada Kepala Daerah. Baca lebih lanjut